LAMPUNG SELATAN — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Berdasarkan laporan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Sabtu, 5 September 2026, periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, gunung api tersebut berada pada posisi geografis Latitude -6.102° dan Longitude 105.423° BT dengan ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pengamatan Visual
Dalam periode pengamatan, Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.
Kondisi cuaca di sekitar gunung api dilaporkan berawan dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut.
Suhu udara tercatat berada pada kisaran 26,7 hingga 27,4 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan sekitar 70 hingga 76 persen.
Terdeteksi Gempa Letusan/Erupsi
Dari hasil pengamatan kegempaan, tercatat satu kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo maksimum mencapai 70 mm dan lama gempa tercatat 21.600 detik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).
Warga Diminta Tidak Mendekati Radius 3 Kilometer
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Imbauan tersebut penting untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Debu Vulkanik Terpantau di Sejumlah Wilayah
Selain aktivitas kegunungapian, masyarakat juga diminta mewaspadai debu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan terpantau cukup tebal hingga sejumlah wilayah terdekat, di antaranya Panjang, Gebang, dan Piabung.
Masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya pengendara kendaraan bermotor, diimbau menggunakan masker dan pelindung wajah untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik berupa getaran maupun gempa.
Informasi ini disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan bersama agar masyarakat dan keluarga pers dapat mengambil langkah antisipasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.



















